Asap?



Asap ?
oleh : Yurattia Yudian 

Asap?

Tak mengapa.

Paru paru kami terbuat dari baja

Dan punya penyaring hawa di depannya

Debu?

Selalu berlalu

Biar masih seperti dulu

Kami tak kan mengeluh

Hujan?

Tidak apa apa

Kami kan tetap hidup walau

Tak kau perhatikan

Kau kan memang ingin kehilangan kami

Kau kan memang ingin menggantikan kami

Dengan potongan potongan kayu gelondongan yang lebih berharga

dari nyawa kami

Kau kan tak perlu pamit pada Si empunya kehidupan

Karena kehidupan itu telah kau beli tunai

Kau beli dengan janji janjimu

Kau gadaikan dengan keluguanmu

Dan..

Kau sembunyikan detak jantung kami

Dalam karung karung rupiahmu

Kau tekan lagi hingga kebawah

Hingga kami terbenam di sudut goni yang bau

Pengap?

Tidak!

Kami tetap  bernafas memakai insang cadangan

Kau tak tahukan, kalau kami punya insang ?

Kami biasa berenang seperti ikan

Meliuk liukkan ekor menggelimpang

Di atas tanah yang hitam panas dan terpanggang




Pku 19/9/19/09:50

Komentar