KOPI DAN RINDU AYAH
Dentingan
gelas dan sendok
bangunkan khayalku
Membentuk
irama, mengalun,
berputar
dalam cangkir kopi rapuh
Wajah
ayah tersenyum dipusarannya
Dengan
raut letih, kerutan sudut bibir,
ujung mata nan sayu
Kucoba
raih tatapan itu
Kau
diam membisu, lenyap dan
meninggalkanku
Pilu hatiku
Kucari
cari engkau pada ruang sepi
Ada
perih diujung rindu
Ingin
menghirup kopi bersama lagi
seperti dulu
Kucoba
alunkan kembali irama itu
Agarku
sampai pada tatapanmu
Biarpun
semu namun sangat berarti
bagi jiwa rapuhku

Komentar
Posting Komentar