HUTAN DAN MANUSIA






HUTAN DAN MANUSIA
Yurattia yudian


Kicauan burung meningkahi sinar nan menyusup lewat 

dedaunan.


Ranting ranting mendendangkan senandung alam
 

Semerbak aroma dedaunan 

dan bunga hutan


Pohon pohon nan gagah menjulang 

menggapai awan


Pangkalnya dikelilingi rumput ilalang 

dan obat obatan


Air mengalir menyusup ke pori tanah


 menuju ke-kedalaman


Dikandungnya jadi tabungan 


keperluan masa depan



Anak sungai menghantarkan 

deraian bahagianya alam

Sungguh segala bersymphoni 

dengan semesta di hutan







Menyuguhkan nyanyian 


bagi seluruh jiwa nan butuh kedamaian,


ketentraman,  keharmonisan, kesejukan, 


kerindangan,


 keceriaan dan ke-antusiasan 


memiliki paru paru alam sekarang

 dan masa datang



namun tiba tiba manusia datang….


Menengadah menghadap keatas menantang awan


Mengukur bagian yang hendak mereka jatuhkan


Suara  mesin pembunuh paru paru alam itu menghantam 

mencekam







Berteriak  jantung bumi meminta perhatian


Tak ada sesiapa menanggapi deraian air mata alam


Semua yang hadir sibuk menghitung bagian


Untuk si cukong sekian untuk si bos sedemikian


Pohon pohon nan tadi gagah menggapai awan kini


 bergelimpangan


Berdarah  melahirkan kepedihan masa depan


 Kicauan burung terbang bersama teriakan sinso mandor


Ranting tak lagi  mendendangkan senandung alam


Dedauanan, bunga hutan terinjak, hilang ditelan kesedihan


Anak sungai tak lagi punya air mata untuk ditangiskan


Kesejukan kerindangan hanya jadi kenangan


Sungguh manusia serakahnya engkau terhadap hutan





Komentar