KOPI MERANTI MU
Oleh :
Yurattia Yudian
sejumput
kopi disedu direlung kalbu,
bercampur aromanya dalam rindu dan takut,
harumnya
mengalir diantara rasa ingin dan dingin malam,
dalam hening kau hirup tetesan
terakhirnya.
namun tiba
tiba...,
"Siapa yang berani minum kopi di rumah ini ?!!"
menghentak
teriakan serdadu.
kopi haram
untukmu,
ia hanya komoditas pemuas nafsu serdadu,
jika kau berani maka ia
senilai terali besi bagimu,
pribumi tak layak mencicipi walau ia dari kebunmu
sendiri.
itu dulu...
kini....
di kafe dan
warung warung kopi,
barista beraksi memiringkan bahu
mengambil posisi,
menuangkan hitam kopi ke cangkir keramik,
lalu tetes demi tetes latte terlukis
membentuk gambar hati,
bunga dan sesukamu,
rasa enggan mereguk kopi itu,
kau
nikmati saja tampilannya,
kau hirup saja aromanya.
dalam dalam
nafasmu merengkuh nikmat aromanya,
tapi taukah kau...
dipucuk daun
kopi nan hijau
mengalir aroma syahdu dari pati tanah gambut ku,
menyusup
nikmatnya di mengkilat dan bulat ranum buahmu,
bisakah kau pegang erat kopi
merantimu?
atau ku ajukan tanya..
akankah kopi Meranti tetap berdiri tegak di
bumi Melayu,
atau serdadu yang dulu akan menyusup
hadir kembali dalam wujudnya
yang baru..


Komentar
Posting Komentar