Dimana Engkau Tuanku Raja
Ooooo… dimana agaknya tuanku raja
Di negeri nan mana Duli tuan bersembunyi
Lihatlah Marilah Datanglah
Bernyanyilah dengan kami bersama disini
Bernyanyi lagu pilu dihati
Arah mana biduk ini menghadap
Akan kemana perahu oleng ini berlabuh
Oooiii… wahai telinga… mengapa kau memakai anting durjana
Tak segankah kau dengan angin yang berhembus
Meniup ubun-ubun bayi tak berdenyut
Kan kemana mereka kelak menyusu
Wahai awan
Sudah lelah badan membawa pundak
Pundak nan letih teriris belati
Kemanakah lagi aku akan menghadap
Sudilah tuan datang kemari
membasmi KORUPSI
KORUPSI KORUPSI
Nan menjalar di relung relung hati
Para pengecut negeri nan kaya raya ini.
KADANG KADANG
Kadang kadang ku diam tersenyum dalam sepi
Kulihat perangai petinggi kerajaan antah berantah ini
Sepertinya tak bertuan lagi
Kadang kadang ku seka peluh di hati
Duhai petaka pilu nan sejati
Kemana kan terpaut jangkar perahu ini
Tak terlihat tepi di negeri nan sepi naluri ini
Kadang kubertanya dalam hati
Kemana mereka semua pergi
Ke dalam tanah kah atau ke ujung bumi
Yang tak lagi bersahabat dengan penghuni
Ketika
ketika jam dinding berdetak
tak kulihat lagi dimana senyummu
terbang melayang keujung tanduk
ketika jam dinding berdetak
tak sudi kusapu lelah dengan derai tawamu
ketika jam dinding berdetak
entah kemana kutambatkan tali resahku ini
jam itu tak lagi berdetak seiring dengan
matinya denyut nadi kehidupanku
letihnya langkah menuju pemberhentianmu
layu bunga di tangan tangan hitam pendustamu
terbangnya semangat juang prajurit prajurit perangmu
duhai jam dinding….
Berdetaklah engkau….
Berilah nafas kehidupan kami
Agar kami tahu kemana kaki ini kan menuju
Letih sudah kami melangkah dalam kelamnya malam
Di kehidupan tanpa arah dan tujuan



Komentar
Posting Komentar