PUISIKU DI RIAU POS





Dimana Engkau Tuanku Raja


Ooooo…  dimana agaknya tuanku raja

Di negeri nan mana Duli tuan bersembunyi

Lihatlah Marilah Datanglah

Bernyanyilah dengan kami bersama disini

Bernyanyi lagu pilu dihati


Arah mana biduk ini menghadap

Akan kemana perahu oleng ini berlabuh


Oooiii… wahai telinga… mengapa kau memakai anting durjana

Tak segankah kau dengan angin yang berhembus

Meniup ubun-ubun bayi tak berdenyut

Kan kemana mereka kelak menyusu


Wahai awan

Sudah lelah badan membawa pundak

Pundak nan letih teriris belati

Kemanakah lagi aku akan menghadap


Sudilah tuan datang kemari

membasmi KORUPSI

KORUPSI KORUPSI

Nan menjalar di relung relung hati

Para pengecut negeri  nan kaya raya ini.




KADANG KADANG

Kadang kadang ku diam tersenyum dalam sepi

Kulihat perangai petinggi kerajaan antah berantah ini

Sepertinya tak bertuan lagi


 Kadang kadang ku seka peluh di hati

Duhai petaka pilu nan sejati

Kemana kan terpaut jangkar perahu ini

Tak terlihat tepi di negeri nan sepi naluri ini


Kadang kubertanya dalam hati

Kemana mereka semua pergi

Ke dalam tanah kah atau ke ujung bumi

Yang tak lagi bersahabat dengan penghuni






Ketika

ketika jam dinding berdetak

tak kulihat lagi dimana senyummu

terbang melayang keujung tanduk

ketika jam dinding berdetak

tak sudi kusapu lelah dengan derai tawamu

ketika jam dinding berdetak

entah kemana kutambatkan tali resahku ini

jam itu tak lagi berdetak seiring dengan

matinya denyut nadi kehidupanku

letihnya langkah menuju pemberhentianmu

layu bunga di tangan tangan hitam pendustamu

terbangnya semangat juang prajurit prajurit perangmu

duhai jam dinding….

Berdetaklah engkau….

Berilah nafas kehidupan kami

Agar kami tahu kemana kaki ini kan menuju

Letih sudah kami melangkah dalam kelamnya malam

Di kehidupan tanpa arah dan tujuan





Komentar